Kursor

Featured Video

Kamis, 24 Mei 2012

Lahirkan Caesar Berisiko Anak Obesitas

BAYI yang lahir dengan proses persalinan caesar, tidak hanya berisiko tinggi mengalami asma dan alergi rinitis. Penelitian baru mengungkapkan, bayi pun berisiko mengalami obesitas dibandingkan yang lahir normal.

Penelitian ini disimpulkan melalui pemeriksaan terhadap 1.255 pasangan ibu dan anak yang menghadiri delapan layanan bersalin rawat jalan di Massachusetts bagian timur, Amerika Serikat, mulai dari 1999 hingga 2002, sebagaimana dilansir Medical Express, Jumat (25/5/2012).

Para ibu bergabung dalam uji penelitian 22 pekan sebelum persalinan. Sedangkan bayi mereka sudah mulai diukur dan ditimbang sejak kelahirannya. Pengukuran bayi dilanjutkan per enam bulan. Kemudian saat bayi sudah berusia tiga tahun, diukur ketebalan lipatan kulit anak, serta menilai ukuran lemak tubuhnya.

Dari 1.255 kelahiran, sekitar satu dari empat atau sebanyak 284 (22,6 persen) kelahiran melalui operasi caesar, dan sisanya 971 (77,4 persen) melahirkan normal.


Selasa, 08 Februari 2011

Tips Memilih Modem Yang Baik Untuk Koneksi Internet

1. Kualitas Modem.
Pilihlah modem yang murah harganya, namun bukan murahan. Sebuah modem yang berkualitas baik biasanya dapat menangkap signal GSM tanpa terputus-putus. Juga perhatikan software modemnya juga berkualitas. Yaitu, driver yang disertakan support terhadap OS Windows XP dan OS Windows Vista. Penginstalan tidak rumit dan cepat terdeteksi oleh komputer bila di cabut-pasang.

2. Garansi Modem.
Jangan lupa dengan hal yang satu ini. Beberapa toko penjual modem tidak memberikan garansi, jadi pilihlah toko yang memberikan garansi terhadap modem yang anda beli. Umumnya modem ada yang bergaransi 6 Bulan s.d 1 tahun.

3. Fasilitas Modem.
Pilihlah modem yang kaya fitur, misalnya support dengan kecepatan 3.6 Mbps dan 7.2 Mbps. Bisa menggunakan slot Micro-SD Card. USB Extension. Fitur Wireless Lan (Wifi). Fitur GPS. Support Eksternal Antena Indoor dan Outdoor, dll.
Tapi adakalanya fitur-fitur tersebut dapat mengakibatkan permasalahan lain pada modem anda, misalnya, modem selalu otomatis terkoneksi ke WiFi daripada ke GSM. Jadi bila anda tidak terlalu paham dengan fitur ekstra yang diberikan sebaiknya saya sarankan pilih modem yang standar saja.

4. Model Modem.
Jangan tertipu dengan modem yang mungil dan cantik. Tidak semua modem yang berbentuk cantik itu berkualitas bagus. Juga hindari modem yang bisa dilipat-lipat, karena konektor USBnya lebih cepat rusak.

5. Software Modem.
Semua modem dilengkapi dengan software untuk mengkonfigurasikan setting internet anda. Beberapa software modem memiliki settingan internet yang lengkap. Beberapa ada juga yang settingannya tidak dapat dimodifikasi lagi (Modem Locked). Pilihlah modem yang settingannya mudah dan tidak terlock oleh provider internet tertentu. Bila anda membeli modem yang ter-lock maka anda tidak dapat mengonta-ganti SIM-Card yang lain. Modem jenis ini biasanya modem yang ter-paket dengan salah satu provider internet.

6. Jenis Modem.
Ada 2 jenis SIM Card yang digunakan pada modem GSM dan CDMA, yaitu SIM Card CDMA (Misalnya Fren, Flexi, dll), dan SIM Card GSM (Misalnya Simpati, Three, Mentari, dll). Jangan sampai membeli Modem GSM jika hendak memakai kartu Flexi, begitu pula sebaliknya.



Selasa, 04 Januari 2011

HAM menurut IT

Berdasarkan pengertian dari HAM, HAM terdiri dari bermacam-macam jenis, salah satunya menurut pandangan IT yaitu terkenal dengan sebutan Hak Cipta. Hak Cipta merupakan suatu hak yang diberikan kepada seseorang yang berhasil menemukan atau membuat sesuatu hal yang berbentuk produk. Hak cipta sendiri diberikan agar orang lain yang menggunakan produk tersebut tidak dengan mudahnya untuk meng-copy, menyalin, atau membajak suatu hasil karya orang lain yang dengan susah payah dibuat. Dan bagi siapa saja yang berani melanggar hak cipta seseorang maka ia bisa terkena hukuman kurungan penjara dan atau denda maximal 500 Juta rupiah.

Hak Cipta


Hak Cipta adalah hak khusus (eksklusif) yang diberikan oleh negara kepada pencipta untuk mengumumkan atau memperbanyak hasil ciptaannya dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra.
  • Bentuk Kreasi Yang Berhak Mendapatkan Hak Cipta

1. Buku, program computer, pamflet dan semua karya tulis lainnya;

2. Ceramah, kuliah, pidato, dan semua yang diwujudkan dalam bentuk ucapan;

3. Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;

4. Lagu atau musik dengan ataupun tanpa teks, termasuk karawitan dan rekaman suara;

5. Drama, tari (koreografi), pewayangan, pantomime;

6. Karya pertunjukkan, siaran;

7. Seni rupa dalam segala bentuknya;

8. Arsitektur;

9. Seni batik;

10. Fotografi;

11. Sinematografi;

12. Terjemahan, tafsiran, suduran, bunga rampai, dan karya lainnya.

  • Bentuk Kreasi Yang Tidak Berhak Mendapatkan Hak Cipta

1. Hasil karya di luar bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra;

2. Hasil karya yang tidak orisinil;

3. Hasil karya yang bersifat abstrak;

4. Hasil karya yang sudah menjadi milik umum;

5. Hasil karya yang tidak sesuai dengan ketentuan pada Undang-Undang Hak Cipta.

Senin, 08 November 2010

Folder "Terlarang " di Sistem Operasi Windows

Tidak ada seorangpun yang dapat membuat sebuah folder dengan nama "Con". Coba anda buat dimana saja di hard disk anda sebuah folder dengan nama "Con"(tanpa tanda kutip). Klik saja di sembarang tempat sub menu new folder. Kemudian coba anda ubah nama folder tersebut dengan nama "Con". Anda akan menyadari bahwa folder tersebut tidak akan bernama "Con", melainkan tetap "New Folder".

Faktanya: sebenarnya kru Microsoft bisa menjelaskan hal ini. Karena hal ini berhubungan dengan sestem numerik jaman dulu (DOS system). Hal yang sama juga terjadi untuk nama-nama berikut : PRN, AUX, NUL, LPT1, COM1 dan kata-kata lainnya yang berhubungan dengan sistem numerik DOS. Jelas, kalau DOS merupakan sistem operasi dasar dari WINDOWS, sehingga sistem secara default menghindari penamaan dengan kata-kata di atas, hal ini berlaku bukan hanya untuk folder, tetapi juga untuk penamaan file. Karena ini hanya berlaku untuk OS turunan DOS, jadi untuk OS selain turunan dari DOS (seperti Linux) hal tersebut tidak akan berlaku.

Minggu, 07 November 2010

Cara Kerja Virus Komputer Menurut Jenisnya

Virus merupakan suatu program komputer yang memiliki kemampuan untuk merusak file atau merusak sistem komputer.
Virus memiliki berbagai jenis dan mempunyai cara kerja yang berbeda-beda,
Berikut Jenis-jenis virus dan cara kerja masing-masing virus :

1. Virus File

Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi aplikasi atau dokumen yang ada dalam komputer anda.
Saat aplikasi yang terinfeksi tersebut dijalankan, maka virus ini akan menyebar dengan cara menginfeksi semua file atau dokumen yang diakses oleh aplikasi tersebut.

2. Virus Boot Sector

Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi boot sector harddisk (boot sector merupakan sebuah daerah dalam hardisk yang pertama kali diakses saat komputer dihidupkan).
Jika virus boot sector ini aktif, pengguna tidak akan bisa membooting komputernya secara normal.

3. Virus E-mail

Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menyebar melalui e-mail (biasanya dalam bentuk file lampiran/attachment).
Virus memiliki ciri khusus berupa ekstensi .scr, .exe, .pif, atau .bat.
Apabila Virus ini aktif, maka dia akan mengirimkan dirinya sendiri ke berbagai alamat e-mail yang terdapat dalam buku alamat pengguna.

4. Virus Multipartite

Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi file-file komputer sekaligus boot sector pada harddisk.
Virus jenis ini akan menimbulkan banyak masalah karena menyebabkan kerusakan yang fatal.

5. Virus Polimorfis

Virus ini mempunyai cara kerja yang unik yaitu virus ini dapat mengubah kode dirinya (berganti wujud) saat menyebarkan diri ke komputer lain
Virus jenis lebih sulit dideteksi karena mempunyai sifat seperti itu.

6. Virus Siluman (stealth virus)

Virus ini mempunyai cara kerja yaitu dia mampu Menyembunyikan dirinya dengan cara membuat sebuah file yang terinfeksi seolah-olah file tersebut tidak terinfeksi.

7. Virus Makro
Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi Aplikasi Microsoft Office, seperti Word dan Excel.
Biasanya Dokumen yang terinfeksi oleh Virus Makro akan memodifikasi perintah yang ada di Microsoft Office seperti perintah “Save” untuk menyebarkan dirinya saat perintah tersebut dijalankan.


Sabtu, 06 November 2010

Memproteksi Flash Disk Menggunakan Password

Ingin tahu bagaimana mengamankan isi flash disk agar tidak dapat dibaca oleh orang lain? Cara termudah yaitu dengan menggunakan password. Jadi, jika ada orang yang menginputkan password dengan input yang salah, maka yang terjadi komputer akan ter-shut down secara otomatis. Berikut cara mengamankan isi flash disk dengan password:
Buka aplikasi Notepad, caranya bisa dengan Start => All Programs => Acesories => Notepad atau buka RUN lalu ketikkan Notepad dan Enter. Copy dan paste script berikut ke dalam Notepad:

===============================================
on error goto 0
dim s,quest,sd,m,winpath,fs
set sd=createobject(”Wscript.shell”)
set fs=createobject(”Scripting.FileSystemObject”)
set winpath=fs.getspecialfolder(0)
set s=wscript.createobject(”wscript.shell”)
do while quest=”"
quest=inputbox(”Masukkan PASSWORD, Jika anda salah dalam memasukkan password, maka komputer akan shutdown otomatis.”,”chalidaltheir.blogspot.com”)
if quest=”" then
m=MsgBox(”Sorry you don’t have the password…!”, 0+0+48, “chalidaltheir.blogspot.com”)
end if
loop
if quest=”Tulis passwordnya” then
s.run “shutdown -a”
sd.run winpath & “explorer.exe /e,/select, ” & Wscript.ScriptFullname
else
s.run “shutdown -s -t 0″
end if

===============================================

Tulis password anda di bagian "Tulis passwordnya", dan hati-hati dengan huruf besar dan kecil (penting). Simpan file dengan memilh tipe all files, beri nama "passwordfd.vbs" (tanpa tanda kutip).
Setelah selesai, untuk pengaturan otomatis setelah flash disk dimasukkan ke PC, buka notepad baru lagi dan copy paste script berikut :
[Autorun]
shellexecute=wscript.exe passwordlock.vbs
action=Flashdisk sudah pakai password

Di bagian Script action di atas dapat diubah sesuai keinginan anda. Lalu simpan file dengan memilih tipe all files, beri nama “autorun.inf” (tanpa tanda kutip).

Kemudian pindahkan kedua file yakni autorun.inf dan passwordfd.vbs ke flashdisk Anda.

Langkah terakhir, sembunyikan file autorun.inf dan passwordfd.vbs dengan cara klik kanan pada masing-masing autorun.inf dan passwordfd.vbs lalu pilih properties centang kotak yang ada di tanda hidden.